Sapi Simental berasal dari Lembah Simme di Swiss dan termasuk dalam kategori sapi dwiguna, yakni penghasil susu dan daging. Namun, di Indonesia, sapi Simental lebih dikenal dan dibudidayakan untuk tujuan penggemukan (feedlot) karena memiliki kemampuan pertumbuhan yang sangat cepat. Ciri-ciri fisik sapi Simental meliputi warna tubuh yang coklat kemerahan dengan kepala putih, serta tubuh yang besar, panjang, dan berotot. Simental dikenal dengan kemampuannya untuk mencapai pertumbuhan bobot harian yang sangat cepat, dengan angka ADG (Average Daily Gain) yang bisa mencapai 1,2–1,6 kg per hari. Hal ini membuat sapi Simental sangat cocok untuk industri penggemukan. Selain itu, Simental juga menghasilkan karkas yang tebal dan daging yang berkualitas tinggi. Namun, sapi ini lebih sensitif terhadap panas dibandingkan dengan sapi Brangus, sehingga memerlukan manajemen kandang dan pakan yang lebih baik agar dapat tumbuh optimal. Simental juga rentan terhadap stres saat transportasi jarak jauh. Oleh karena itu, meskipun memiliki potensi ekonomi yang besar dalam penggemukan, sapi Simental membutuhkan perawatan yang cermat agar hasilnya maksimal.
